UPT Keselamatan Kerja Laksanakan Pengujian Kualitas Udara Ambien, Kebauan, dan Emisi Genset di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Ghozyan Hilman Pradana, S.Kom

UPT Keselamatan Kerja Laksanakan Pengujian Kualitas Udara Ambien, Kebauan, dan Emisi Genset di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

 

SURABAYA - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keselamatan Kerja melaksanakan kegiatan pengujian kualitas lingkungan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya pada tanggal 28–29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas udara ambien, tingkat kebauan, serta emisi gas buang dari sumber tidak bergerak berupa generator set (genset) di lingkungan kampus.

 

Pengujian dilakukan melalui tiga jenis pemeriksaan, yaitu pengujian udara ambien, pengujian kebauan, dan pengujian emisi genset. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemantauan kondisi lingkungan guna mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.

 

Pada pengujian kualitas udara ambien, parameter yang diperiksa mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, meliputi sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), oksidan (Ox), dan hidrokarbon (HC) dengan waktu pengukuran satu kali pengukuran. Selain itu, dilakukan pula pengukuran parameter debu, timbal (Pb), dan bising selama 24 jam pada tiga lokasi yang telah ditentukan.

 

Selanjutnya, dilakukan pengujian tingkat kebauan dengan parameter amonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S). Pengujian ini dilaksanakan pada tiga lokasi untuk mengetahui kondisi kualitas udara berdasarkan parameter zat yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan kampus.

 

Selain pemantauan kualitas udara ambien dan kebauan, UPT Keselamatan Kerja juga melaksanakan pengujian emisi gas buang genset dengan kapasitas 101–500 kW. Pengujian dilakukan terhadap parameter nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan oksigen (O2) pada satu lokasi pengukuran.

 

Melalui pelaksanaan pengujian ini, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya diharapkan dapat memperoleh gambaran serta informasi terkait kondisi kualitas udara di lingkungan kampus dan emisi gas buang yang dihasilkan dari aktivitas operasional genset. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan acuan dalam merumuskan langkah-langkah pengelolaan serta pengendalian pencemaran lingkungan di area kampus.

Go Back Top